kecelakaan maun yang merenggut banyak korban jiwa di Puncak Bogor dan di Mampang

Hari libur bandar togel online yang seharusnya membuat bahagia, meninggalkan kepenatan hiruk-pikuk pekerjaan kini mengabarkan kedukaan yang bertubi-tubi. Bererapa kecelakaan terjadi yang merenggut banyak nyawa, kerusakan, dsb.

Kronologogi Kecelakaan

  1. Tabrakan beruntun di Puncak Bogor

Kecelakaan yang terjadi pada liburan  pada sabtu minggu dan senin ini membawa banayak berita duka kecelakaan maut. Yang pertama terjadi tabrakan yang sambung menyambung di daerah puncak Bogor melibatkan 1 bus pariwisata dan 11 kendaraan lain Sabtu (22/4/2017) sore. Kecelakaan terjadi di turunan Selarong, Bogor sekitar pukur 17.30 WIB

Menurut keterangan dari Kapolres BogorAKBP AM Dicky Pastika Gading,bus datang dari arah Puncak menuju Gadog. Ketika lewat di lokasi kejadian, bus tiba-tiba hilang kendali dan bergerak ke kanan jalan.

Korban tewas di tempat pada kecelakaan tersebut:

  1. Oktariansyah Purnama Putra (26) Jl Rawas VIII No 534, RT 10 RW 2 Lebung Gajar, Sematang Sorang, Palembang, Sumsel
    2. Zaenuddin (40)Babakan Lebak, RT 2/6 Sinargalih Bogor, Jawa Barat
    3. Dadang (45), Kepala Desa Citeko, Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor

Korban luka-luka dan patah tulang sebanyak 20 orang

Pada (23/4/2017) Diana Simatupang (24) menjadi korban tewas pada kecelakaan beruntun di Puncak Bogor (22/4/2017), Kediamannya di Griya Serpong RT 01/RW 08 Blok AB No. 1 Kelurahan Suradita Kecamatan Cisauk Kabupaten Tanggerang.

  1. Kecelakaan Mampang

Kecelakaan maut kembali terjadi pada sabtu pada pukul 02.00 dini hari (22/4/2017). Kecalakaan maut terjadi di sekitar Halte Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Korban meninggal Natasha Gabriela (25) dan Natasha Rossdiana (25). Kedua korban menggunakan Toyota Avanza dengan nomor polisi B 1760 SOK, yang dikemudikan oleh Gabriela.

Mobil melaju dari arah selatan menuju utara Mampang tepatnya di depan Holand Bakery atau Halte Transjakarta Mampang Prapatan. Avanza yang ditumpangi kedua korban menabrak truk tronton yang dedang berhenti di depannya. Kebetulan truk tersebus sedang berhenti Barier jalan Proyek Underpass Mampang Prapatan.

Kecelakaan Meyudahi Kisah Cinta para Korban Kecelakakaan

Kecelakkaan pada (22/4/2017) tidak hanya memilukan bagi kelurga yang ditinggal pergi oleh para korban. Kecelakaan ini juga menghancrkan rencana pernikahan dua pasang kekasih yang telah mereka rencanakan dan persiapkan sebelumnya.

Dana Situmorang dan Oktriansyah Purnama Putra direncanakan mereka akan melaksanakan prosesi lamaran pada tanggal 15 Mei dan melangsungkan pernikahan pada tanggal 24 Mei. Mereka telah berpacaran selama satu tahun yang berawal dari teman satu kantor.

Ada kejadian sebelum mereka berdua tewas. Diana sebelum berangkat ke Puncak Bogor pamitan dan cium tangan kepada orang tuanya padahal ketika hendak pergi biasanya ia pergi begitu saja.

Almarhum Natsha Rossdiana dan calon suaminya juga akan melangsungkan pernikahan setelah tiga tahun berpacaran. Natsha Rossdiana merupakan seorang news anchor di sebuah stasiun TV. Ia berhenti bekerja karena akan mempersiapkan pernikahannya dengan sang kekasih tapi apa daya ternyata ia lebih berjodoh dengan kematian.

Sebelum meninggal Natasha Rossdiana seing mengunggah kata-kata seperti petanda akan kepergiannya. Ia pernah menggunggah di Twitter-nya, @ntshrssdn,”saat tiba berakhir perjalananku. Aku menjalani mil terakhir yang melelahkan. Lupakan, jika kau bisa, bila aku pernah mengeluh, dan ingatlah hanya senyumku.”

Ia juga pernah menyatakan di twitternya ia merasa aneh betapa usim gugur begiu cantik meskipun sebenarnya segalanya mati. Itu tanda-tanda yang tersurat sebelum ia meninggal dunia

Meninggal dunia memang sebuah misteri agen togel online. Tidak ada yang tau kapan menghampiri manusia, kematian dapat menggancurkan rencana cinta dua insan.