Facebook berencana akan menyebarkan atau memberikan berbagai informasi tentang iklan politik yang berhubungan dengan Rusia terhadap pemilu di Amerika.

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg mengatakan perusahaannya akan membagikan atau menyebarkan 3.000 iklan politik yang berhubungan dengan Rusia dengan penyidik ​​AS. Dia juga berjanji untuk membuat iklan politik lebih transparan di jaringannya di masa depan. Ini tentu berkaitan erat dengan isu pemilihan agen poker yang lalu yang mengaitkan antara Trump dengan Vladmir Putin. Ada yang mengatakan jika Trump didukung Putin saat kampanye.

Facebook Dituntut Lebih Transparan

Dalam hal ini, Mark Zuckerberg mengatakan; “Kami akan bekerja sama dengan orang lain untuk menciptakan standar baru untuk transparansi iklan politik online,” katanya dalam sebuah perkataan langsung melalui profil Facebook-nya. Dia juga mengatakan bahwa iklan politik sekarang akan membawa penafian (disclaimers) tentang kampanye atau organisasi mana yang membayarnya.

Dia menambahkan bahwa perusahaan tersebut terus menyelidiki kasus pelaku orang luar yang menyalahgunakan platform periklanannya, termasuk Rusia dan “negara-negara bekas Soviet” lainnya. Kemudian, langkah untuk berbagi rincian dengan penyidik ​​muncul setelah tekanan publik yang cukup besar agar Facebook lebih transparan – dan ditafsirkan oleh beberapa orang sebagai usaha untuk menangkis peraturan potensial dari pemerintah AS.

Apa iklannya? Awal bulan ini terungkap bahwa iklan bermuatan politis telah ditargetkan pada pemilih Amerika, yang dipercaya oleh Facebook dibayar oleh aktor Rusia yang memiliki hubungan dengan Kremlin. Iklan tersebut tidak mendukung kandidat tertentu, kata Facebook, namun malah lebih pada informasi yang menjadi pada topik hangat, seperti imigrasi. Perusahaan tersebut mengatakan akan membagikan rincian iklan tersebut dengan para penyidik AS secara detail mengenai campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016 yang lalu.

Mengapa Facebook membaginya? Dalam sebuah postingan sebuah blog yang menjelaskan hal tersebut, kepala kebijakan Facebook, Elliot Schrage, menulis: “Setelah tinjauan hukum dan kebijakan yang ekstensif, kami telah menyimpulkan bahwa membagikan iklan yang telah kami temukan memiliki hubungan dengan Kongres, dengan cara yang sesuai dengan peraturan untuk melindungi informasi pengguna, akan membantu pihak pemerintah untuk menyelesaikan pekerjaan penting mereka dan menilai apa yang terjadi dalam pemilihan 2016.

Rusia Menolak Memiliki Hubungan dengan Iklan

Pihak Facebook mengatakan; “Itu adalah penilaian yang hanya bisa dilakukan oleh penyidik ​​yang memiliki akses terhadap intelijen dan informasi rahasia dari semua perusahaan dan industri terkait – dan kami ingin melakukan bagian kami. Kongres paling baik ditempatkan untuk menggunakan informasi yang kami dan orang lain berikan untuk menginformasikan publik secara komprehensif dan menyeluruh.” Untuk alasan itulah, senator Demokrat Mark Warner, wakil ketua Komite Intelijen Senat, memuji keputusan Facebook.

Tapi, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyanggah apa yang dikatakan Facebook atau penyidik AS dengan mengatakan pada awal bulan ini bahwa Rusia sama sekali tidak berhubungan dengan periklanan tersebut. Dia mengatakan; “Kami belum pernah mendengar hal ini, kami tidak tahu apa-apa tentang ini, apalagi ada masalah dengan urusan ini,” katanya seperti dikutip oleh kantor berita negara, Tass. Ini membuktikan jika ada masalah ketidakpercayaan untuk hasil pemilu Amerika tahun 2016 kemarin.

Tidak hanya iklan politik di Facebook saja, sebelumnya juga ada video propaganda nonton movie yang menampilkan aktor Hollywood Morgan Freeman yang juga menyudutkan Kremlin. Sekali lagi, pihak Kremlin menganggapnya biasa saja walau video tersebut telah menyulut kemarahan para aktor film Rusia. Sepertinya, Rusia memang tidak mau menanggapi apa yang sedang terjadi di AS terkait isu pengaruh Rusia pada pemilihan presiden yang lalu yang memenangkan Trump.