Baru-baru ini ada penelitian yang mengungkapkan jika anak-anak cerdas di Inggris berpotensi merokok dan minum alkohol lebih banyak dari yang kurang pandai.

Selama ini, tentu opini yang berkembang di masyarakat terutama di Inggris, adalah bahwa anak-anak yang pintar dan memiliki nilai akademik yang bagus adalah mereka yang tidak suka ‘keluyuran’ atau tidak mengonsumsi obat-obat terlarang termasuk ganja, alkohol dan juga rokok. Namun, pendapat ini sepertinya dipatahkan oleh hasil penelitian terbaru yang mengatakan jika anak-anak pintar di Inggris ternyata memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mengonsumsi alkohol dan rokok lebih dari mereka yang tidak pandai.

Penelitian Terbaru yang Mengejutkan

Sebuah penelitian terbaru menyimpulkan jika anak-anak yang pintar lebih mungkin untuk minum dan merokok pada saat mereka usia remaja. Temuan ini memperlihatkan jika prestasi akademik yang tinggi pada anak usia 11 tahun telah dikaitkan dengan rendahnya risiko dari aktivitas merokok pada masa remaja, tetapi murid yang lebih cerdas juga lebih mungkin untuk minum alkohol dan merokok ganja juga judi bola. Begitu yang diungkapkan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open.

Para ahli meneliti data dengan lebih dari 6.059 orang pemuda di seluruh Inggris. Informasi yang dikumpulkan dari data prestasi akademik mereka pada usia 11 tahun dan didukung dengan perilaku kesehatan dari usia 13/14 ke 16/17 – dianggap awal masa remaja – dan dari usia 18/19 ke 19/20, yang digolongkan sebagai akhir masa remaja.

Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open tersebut kemudian menemukan hasil yang mengejutkan karena ternyata selama awal masa remaja mereka, murid berprestasi memiliki kecenderungan yang lebih rendah untuk merokok daripada rekan-rekan mereka yang kurang berbakat. Tetapi, mereka memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk minum alkohol selama periode ini.

Penelitian tersebut juga menyimpulkan jika selama akhir remaja, anak-anak yang lebih cerdas atau dua kali lebih cerdas lebih mungkin untuk minum alkohol secara teratur dan bahkan meminum alkohol secara terus menerus dibandingkan dengan mereka yang tidak pandai. Ini pastinya mengejutkan banyak pihak karena penemuan dari penelitian ini berbanding terbalik dengan opini yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

Kecerdasan Datang Dari Proses Belajar Dan Berlatih

Penelitian itu juga mengatakan jika murid pintar sekitar 50 persen lebih mungkin untuk menggunakan ganja sesekali dan hampir dua kali lebih mungkin untuk menggunakannya terus-menerus dari rekan-rekan yang kurang berbakat mereka. Tapi, ini baru penelitian saja karena tentunya jumlah penelitian tentang efek buruk alkohol, ganja atau merokok yang merugikan kesehatan serta menurunkan kinerja otak lebih banyak lagi. Artinya, hasil penelitian satu dan lainnya harus tetap dibandingkan.

Ini dikarenakan para ahli di dunia sepakat tentang bahaya dari merokok dan minum alkohol bagi kesehatan dan kecerdasan. Selain itu, banyak penelitian lain yang sangat mendukung jika kecerdasan memang bukan bakat melainkan hasil dari proses belajar dan berlatih. Dengan demikian, Anda juga tidak boleh serta merta menelan informasi tentang penelitian di atas yang mengatakan anak yang cerdas ternyata mengonsumsi alkohol dan merokok.

Anda harus tahu jika penelitian di atas hanya mengungkap fakta bahwa anak yang cerdas juga ternyata meminum alkohol dan merokok. Jadi, penelitian tersebut tidak mengungkapkan antara hubungan merokok dan meminum alkohol dengan kecerdasan anak. Jika diteliti lebih jauh, pastinya anak yang merokok dan mengonsumsi alkohol lebih banyak, kecerdasannya akan terganggu dan nilai akademiknya juga tidak akan meningkat karena biasanya anak seperti itu cenderung bermasalah.