Browsing: Health

Produktif Dalam 24 Jam, Lakukan Hal Ini

dalam satu hari ada 24 jam, waktu yang panjang untuk menjadi seorang yang produktif dan menghasilkan banyak karya

Dalam satu hari kita memiliki waktu 24 jam. Setiap orang memiliki waktu yang sama. Tapi pernahkan anda merasa kurang dengan waktu 24 jam? Anda merasa masih banyak hal yang belum dilakukan. Tugas sbobet masih menumpuk. Bahkan pada malam hari, anda tidak bisa tidur dengan nyenyak. Tapi dilain sisi, ada orang yang bisa produktif dalam waktu 24 jam. Cukup waktu untuk bekerja, istirahat, bersama keluarga dan lainnya. Berikut  ini cara untuk produktif dalam 24 jam setiap harinya.

Bangun Pagi

Hal pertama yang harus anda lakukan supaya produktif adalan bangun pagi. Bangunlah lebih awal. Ada banyak sekali bangun pagi hari. Badan lebih segar, otak lebih produktif dan lebih sehat. Dari biografi orang sukses, seperti steve jobs, BIll gates dan lainnya, mereka sangat menyukai bangun pagi. Ketika bangun pagi dan menyerap udara segar, kita akan lebih semangat untuk menjalani hari. Udara yang belum tercemar polusi, membuat paru-paru lebih sehat. Jika anda belum bisa bangun pagi, cobalah untuk membiasakan diri bangun pagi. Olahraga lalu sarapan, awali hari dengan hal yang menyenangkan.

Buat Rencana Harian

Mungkin anda tipe orang yang grusah grusuh. Apapun dilakukan tanpa ada rencana apapun. Inilah yang membuat anda merasa sangat sibuk setiap harinya. Merasa semua pekerjaan tidak bisa diselesaikan dengan baik. Waktu 24 jam masih kurang. Sekarang cobalah ubah gaya hidup anda. mulai sekarang, selalu buat rencana harian setiap harinya. Pada malam hari sebelum tidur, catat semua hal yang harus anda lakukan keesokan harinya. Buat secara detail dan berurutan. Termasuk jam untuk setiap kegiatan. Untuk pengingat tulis jadwal di handphone anda dan buat pengingat. Dengan membuat rencana harian, semua kegiatan anda akan terencana dengan baik dan teratur.Tapi anda harus mematuhi semua rencana yang sudah anda buat.

Selalu On Time

Salah satu kebiasaan orang indonesia, ngaret. Banyak orang indonesia yang suka ngaret atau tidak tepat waktu. Padahal salah satu cara untuk produktif dalam 24 jam adalah on time. Cobalah biasakan diri anda untuk selalu tepat waktu. Bangun tepat waktu, berangkat kerja tepat waktu, meetting tepat waktu dan lainya. Jika harus menghadapi macet, anda bisa memperkirakan waktu untuk berangkat. Jika nda tidak on time akan berpengaruh dengan kegiatan anda lainya. Akhirnya semua tugas dan kegiatan berantakan. Anda tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Tempat Kerja Rapikan

Buatlah tempat kerja yang senyaman mungkin. Entah itu di kantor atau rumah. Selalu bersihkan tempat kerja anda. ini akan  membuat anda lebih bersemangat untuk menyelesaikan pekerjaan. Jika anda bekerja di rumah, buatlah suasana ruang kerja yang nyaman. Letakan meja kerja di dekat jendela, sehingga anda mendapatkan udara segar. Meja kerja yang rapi, akan membuat ide cepat bermunculan dan semua pekerjaan cepat selesai.

Evaluasi Diri

Banyak orang yang tidak mengevaluasi dirinya sendiri. mereka hanya mengevaluasi pekerjaan di kantor. Padahal evaluasi diri memberikan manfaat yang banyak sekali. Anda bisa menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya. Sebelum tidur di malam hari, cobalah untuk meluangkan waktu sejenak evaluasi diri. Pikirkan semua hal yang sudah anda lakukan hari ini. mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang harus dilanjutkan dan mana yang harus dihilangkan. Catat semua hal agen bola yang harus anda lakukan esok hari. Tulis semua di buku catatan.

Itulah cara untuk produktif dalam 24 jam. Semoga bermanfaat.

{ Comments are closed }

Anak-Anak Pintar Cenderung Konsumsi Alkohol Lebih Banyak

Baru-baru ini ada penelitian yang mengungkapkan jika anak-anak cerdas di Inggris berpotensi merokok dan minum alkohol lebih banyak dari yang kurang pandai.

Selama ini, tentu opini yang berkembang di masyarakat terutama di Inggris, adalah bahwa anak-anak yang pintar dan memiliki nilai akademik yang bagus adalah mereka yang tidak suka ‘keluyuran’ atau tidak mengonsumsi obat-obat terlarang termasuk ganja, alkohol dan juga rokok. Namun, pendapat ini sepertinya dipatahkan oleh hasil penelitian terbaru yang mengatakan jika anak-anak pintar di Inggris ternyata memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk mengonsumsi alkohol dan rokok lebih dari mereka yang tidak pandai.

Penelitian Terbaru yang Mengejutkan

Sebuah penelitian terbaru menyimpulkan jika anak-anak yang pintar lebih mungkin untuk minum dan merokok pada saat mereka usia remaja. Temuan ini memperlihatkan jika prestasi akademik yang tinggi pada anak usia 11 tahun telah dikaitkan dengan rendahnya risiko dari aktivitas merokok pada masa remaja, tetapi murid yang lebih cerdas juga lebih mungkin untuk minum alkohol dan merokok ganja juga judi bola. Begitu yang diungkapkan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open.

Para ahli meneliti data dengan lebih dari 6.059 orang pemuda di seluruh Inggris. Informasi yang dikumpulkan dari data prestasi akademik mereka pada usia 11 tahun dan didukung dengan perilaku kesehatan dari usia 13/14 ke 16/17 – dianggap awal masa remaja – dan dari usia 18/19 ke 19/20, yang digolongkan sebagai akhir masa remaja.

Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Open tersebut kemudian menemukan hasil yang mengejutkan karena ternyata selama awal masa remaja mereka, murid berprestasi memiliki kecenderungan yang lebih rendah untuk merokok daripada rekan-rekan mereka yang kurang berbakat. Tetapi, mereka memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk minum alkohol selama periode ini.

Penelitian tersebut juga menyimpulkan jika selama akhir remaja, anak-anak yang lebih cerdas atau dua kali lebih cerdas lebih mungkin untuk minum alkohol secara teratur dan bahkan meminum alkohol secara terus menerus dibandingkan dengan mereka yang tidak pandai. Ini pastinya mengejutkan banyak pihak karena penemuan dari penelitian ini berbanding terbalik dengan opini yang selama ini berkembang di tengah masyarakat.

Kecerdasan Datang Dari Proses Belajar Dan Berlatih

Penelitian itu juga mengatakan jika murid pintar sekitar 50 persen lebih mungkin untuk menggunakan ganja sesekali dan hampir dua kali lebih mungkin untuk menggunakannya terus-menerus dari rekan-rekan yang kurang berbakat mereka. Tapi, ini baru penelitian saja karena tentunya jumlah penelitian tentang efek buruk alkohol, ganja atau merokok yang merugikan kesehatan serta menurunkan kinerja otak lebih banyak lagi. Artinya, hasil penelitian satu dan lainnya harus tetap dibandingkan.

Ini dikarenakan para ahli di dunia sepakat tentang bahaya dari merokok dan minum alkohol bagi kesehatan dan kecerdasan. Selain itu, banyak penelitian lain yang sangat mendukung jika kecerdasan memang bukan bakat melainkan hasil dari proses belajar dan berlatih. Dengan demikian, Anda juga tidak boleh serta merta menelan informasi tentang penelitian di atas yang mengatakan anak yang cerdas ternyata mengonsumsi alkohol dan merokok.

Anda harus tahu jika penelitian di atas hanya mengungkap fakta bahwa anak yang cerdas juga ternyata meminum alkohol dan merokok. Jadi, penelitian tersebut tidak mengungkapkan antara hubungan merokok dan meminum alkohol dengan kecerdasan anak. Jika diteliti lebih jauh, pastinya anak yang merokok dan mengonsumsi alkohol lebih banyak, kecerdasannya akan terganggu dan nilai akademiknya juga tidak akan meningkat karena biasanya anak seperti itu cenderung bermasalah.

{ Comments are closed }