Karena penyedikan tentang dirinya dan Rusia terkait kemenangannya dalam pemilihan umum 2016, Trump meluapkan emosinya di sosial media.

Sekali lagi, presiden Amerika Serikat, Donald Trump menuai kontroversi. Pasalnya ia melontarkan cuitan kekesalannya judi online dengan berbagai cuitan di Twitter dengan penuh kemarahan tentang ‘kesalahan’ dari Hillary Clinton dan juga partai Demokrat. Tidak hanya itu dirinya juga sangat kesal dengan penyelidikan tentang adanya dugaan campur tangan Rusia.

Meluapkan Amarah Soal Penyelidikan Kolusi dengan Rusia

Kemarahannya itu diluapkan pada hari Minggu (29/10) pagi. Di sana ia meluapkan kemarahannya di tengah laporan bahwa hari ini, Senin (30/10) pihak berwenang kemungkinan bakal melakukan penahana pertama menyoal kasus kolusi dengan Rusia. Trump sendiri bersikeras bahwa tuduhan kolusi yang terjadi antara tim kampanyenya dan juga Rusia hanyalah isu yang ‘palsu’ belaka dan tidak ubahnya hanya sebagai ‘perburuan tukang sihir’. Ia juga menambahkan bahwa partai Republik bersatu untuk mendukung di belakangnya dan juga menuntut mereka semua untuk: “BERTINDAKLAH!” Media sendiri memberitakan bahwa adanya dakwaan pertama yang telah dilaporkan dalam penyelidikan yang langsung dipimpin oleh Robert Mueller itu sudah dilakukan. Penyelidikan itu dilakukan atas dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan tahun 2016 guna membantu kemenangan dari Trump.

Meluapkan Kemarahan di Twitter

Tak jelas apakah sebenarnya isi dari dakwaan tersebut, dan juga siapa yang sebenarnya ditargetkan. Dan pada hari Minggu kemarin, 29 Oktober 2017, Trump sendiri mengeluarkan serangkaian kemarahan melalui cuitannya seperti di bawah ini:

  1. “Tak pernah melihat Partai Republik Marah dan bersatu seperti ini menyoal kurangnya penyelidikan pada Clinton yang mana membuat berkas palsu (yang sekarang $12.000.000?)…”
  2. “…kesepakatan Uranium kepada Rusia, 33 ribu lebih email yang sudah dihapus, persekongkolan Comey dan masih banyak lainnya. Mereka malahan justru menyorot pada kasus kolusi Trump/Rusia yang mana palsu…”
  3. “…yang tak ada. Democrat menggunakan ‘perburuan tukang sihir’ yang sangat mengerkan dan juga buruk untuk negara kita ini untuk permainan politik yang sangat jahat. Tapi para politisi R(epublik)…”
  4. “…sekarang melakukan serangan balasan yang tak pernah dilakukan bahkan sebelumnya. Terlalu banyak KESALAHAN yang dilakukan oleh Demokrat/Clinton dan sekarang fakta bermunculan, maka BERTINDAKLAH!”

Dan sekitar satu jam kemudian, Trump menuliskan cuitan lagi: “Semua perbincangan tentang ‘Rusia’ ini terjadi ketika politikus partai Republik mendorong Undang Undang Reformasi dan juga Pemangkasan Pajak. Apakah ini sebuah kebetulan? TIDAK!”

Dianggap Mengalihkan Isu

Warganet yang membaca cuitan-cuitan tersebut langsung bereaksi. Mereka menuduh Trump sedang berusaha untuk mengalihkan perhatian dunia dari penyelidikan Rusia dengan cara berbicara tentang kurangnya sorotan pada Hillary Clinton, yang notabene adalah lawan politiknya saat pemilihan presiden hampir satu tahun yang lalu.

Badan Intelejen AS telah dapat menyimpulkan bahwa pemerintah Rusia sendiri membantu Trump memenangkan pemilihan. Penyelidikan yang dipimpin oleh Mueller ini mencari kaitan antara tim kampanye Trump dengan Rusia. Namun baik pihak Trump dan Rusia menyangkal hal ini, mereka tidak berkolusi. Tim Mueller sendiri diketahui telah melakukan wawancara nonton bioskop online secara ekstensif dengan beberapa orang pejabat Gedung Putih terdahulu dan juga yang saat ini.

Dan sebagai mantan Direktur FBI, Mueller, pada bulan Mei lalu ditunjuk langsung oleh Departemen Kehakiman guna menjadi kepala dan memimpin penyelidikan tersebut, tidak lama setelah Trump memecat James Comey, Direktur FBI. Trump sendiri mengatakan pada hari Jumat (27/10) kemarin bahwa sudah ‘disepakati bersama-sama’ tak ada kolusi antara dirinya dan juga Rusia. ia juga menyatakan dengan sangat tegas bagwa justru yang ada kolusi adalah Hillary Clinton dajn Moskow.